BBVet Wates Gelar Training of Trainer ASEAN Bioinformatics Berbasis Command Line Interface
Yogyakarta, 17 Juli 2026 – Balai Besar Veteriner (BBVet) Wates menyelenggarakan kegiatan *Training of Trainer (ToT) ASEAN Bioinformatics Workshop Berbasis Command Line Interface (CLI)* pada tanggal 13–17 Juli 2026 di GRAMM HOTEL Yogyakarta. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama antara Food and Agriculture Organization (FAO), Direktorat Kesehatan Hewan (Ditkeswan), dan BBVet Wates dalam upaya memperkuat kapasitas sumber daya manusia di bidang bioinformatika kesehatan hewan.
Pelatihan diikuti oleh medik veteriner dan tenaga teknis dari berbagai unit pelaksana teknis kesehatan hewan, antara lain BBVet Wates, BBVetF Pusvetma, BBVet Maros, Balai Veteriner Lampung, Balai Veteriner Medan, BBPMSPH, dan BBPMSOH. Peserta mendapatkan pelatihan intensif mengenai analisis data sekuensing menggunakan pendekatan Command Line Interface (CLI) yang menjadi dasar penting dalam workflow bioinformatika modern.
Sebagai trainer utama, BBVet Wates menugaskan *drh. Lestari, drh. Jesiaman, dan Megaria Ardiani. Kegiatan juga didampingi oleh para expert internasional dari IPC Cambodia, yaitu Dr. Erik Karlsson dan Dr. Giorgio Gonnella, serta expert dari ACDP, Dr. Toan Hong.
Pada saat pembukaan, *Kepala Balai Besar Veteriner Wates* menyampaikan bahwa *bioinformatika merupakan ilmu yang sangat dinamis dan terus berkembang seiring kemajuan teknologi sekuensing dan analisis data genomik*. Menurutnya, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi individu peserta, tetapi juga memiliki misi strategis untuk mencetak pelatih baru yang nantinya akan menjadi penggerak pengembangan bioinformatika di laboratorium kesehatan hewan di Indonesia.
“Bioinformatika adalah ilmu yang sangat dinamis. Pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kompetensi individu, tetapi juga untuk mencetak pelatih-pelatih baru yang akan menjadi motor penggerak pengembangan bioinformatika di laboratorium kesehatan hewan Indonesia,” ujar Kepala BBVet Wates dalam sambutannya.
Selama lima hari pelatihan, peserta mempelajari berbagai tahapan workflow bioinformatika, mulai dari pengelolaan data sekuensing, quality control, analisis berbasis command line, hingga interpretasi hasil. Metode pembelajaran dirancang secara praktik langsung sehingga peserta dapat memahami alur kerja secara menyeluruh.
Pelatihan berlangsung lancar dan sesuai dengan misi utama kegiatan. Pada sesi akhir, seluruh peserta mampu mempresentasikan studi kasus berdasarkan workflow yang telah diajarkan selama pelatihan. Presentasi tersebut menunjukkan bahwa peserta tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkan analisis bioinformatika pada kasus nyata di bidang kesehatan hewan.
Keberhasilan penyelenggaraan Training of Trainer ASEAN Bioinformatics Workshop Berbasis CLI menjadi bukti keseriusan BBVet Wates dalam mengembangkan kapasitas bioinformatika veteriner di Indonesia. Melalui pembentukan tim pelatih yang kuat, kolaborasi dengan expert internasional, serta penguatan jejaring antarbalai veteriner, BBVet Wates terus mempersiapkan sumber daya manusia yang kompeten dan adaptif terhadap perkembangan ilmu bioinformatika yang sangat dinamis.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah penting dalam mendukung penguatan sistem surveilans molekuler, analisis data genomik patogen hewan, serta pengembangan pusat rujukan bioinformatika veteriner yang mampu berkontribusi di tingkat nasional maupun regional ASEAN.