Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

Penilaian Eksternal FAO LMT di BBV Wates

24/04/2026 09:49:00 Admin Satker 15

YOGYAKARTA – Dalam rangka mendukung peningkatan kapasitas laboratorium secara berkelanjutan di Indonesia, Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen. PKH) bekerja sama dengan Food and Agriculture Organization (FAO) melaksanakan rangkaian penilaian terhadap laboratorium veteriner Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkup Ditjen. PKH, salah satunya di Balai Besar Veteriner (BBV) Wates dengan menggunakan FAO Laboratory Mapping Tool (FAO LMT) pada 20 – 21 April 2026 di BBV Wates, D.I. Yogyakarta.  

Penilaian ini bertujuan untuk memperkuat sistem laboratorium di BBV Wates, meningkatkan biosafety dan biosecurity, serta mendorong penerapan manajemen mutu berbasis risiko. Pada tahun 2022 telah dilaksanakan penilaian LMT di BBV Wates, namun masih ditemukan kesenjangan dalam hasil evaluasi tersebut. Salah satu upaya meminimalisir kesenjangan tersebut adalah dengan melakukan penilaian kembali LMT tahun ini di BBV Wates.

Tim Penilai LMT FAO yang dipimpin oleh Mr. Chris John Morrissy, selaku Assessor/ Penilai, diterima oleh drh. Nur Saptahidhayat, M.Sc., Kepala BBV Wates, dan turut dihadiri perwakilan Dit. Kesehatan Hewan dan Tim BBV Wates di Ruang Aula BBV Wates.

Penilai melakukan penilaian dengan melakukan wawancara dengan staf umum dan staf laboratorium, serta melakukan inspeksi langsung ke laboratorium yakni mulai dari Penerimaan Sampel, Lab. Bioteknologi, Lab. Parasitologi, Lab. Patologi, Ruang Post Mortem, Ruang Preparasi Fat Rabies, Lab. Patologi Klinis, Lab. Serologi, Lab. Virologi, Lab. Kesehatan Masyarakat Veteriner, dan Lab. Bakteriologi.

Secara umum, BBV Wates mendapatkan hasil yang baik dengan 2 temuan kesenjangan yang perlu menjadi perhatian yakni perlunya meningkatkan traceability (ketertelusuran) terkait sistem penjaminan mutu (quality assurance) dan implementasi biosafety. Selain itu, Assessor/ Penilai memberikan rekomendasi untuk dapat memperbaiki kesenjangan sehingga dapat meningkatkan sistem manajemen mutu dan keselamatan laboratorium di BBV Wates.