SIZE Terintegrasi, Perkuat Deteksi Dini Penyakit Zoonosis melalui Kolaborasi Lintas Sektor
Yogyakarta, 27 Oktober 2026 – Pemerintah terus memperkuat upaya pencegahan dan pengendalian penyakit zoonosis melalui integrasi data kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah aktivasi tahap pertama Sistem Informasi Zoonosis dan Emerging Infectious Diseases (SIZE) untuk wilayah Jawa-Bali yang dicanangkan di Hotel Melia Purosani, Kota Yogyakarta, Selasa (27/10/2026).
SIZE merupakan sistem informasi terintegrasi yang menghubungkan data dari sektor kesehatan, pertanian, dan lingkungan hidup. Melalui sistem ini, informasi mengenai kejadian penyakit pada manusia dan hewan dapat dipertukarkan secara lebih cepat dan terpadu sehingga mendukung deteksi dini, penelusuran sumber penularan, serta pengambilan keputusan dalam penanganan penyakit yang berpotensi menimbulkan wabah.
Integrasi data menjadi hal penting dalam penerapan pendekatan One Health, mengingat kesehatan manusia, hewan, dan lingkungan saling berkaitan. Tanpa pertukaran informasi antarsektor, laporan kasus pada manusia dan hewan berisiko tidak terhubung sehingga dapat menghambat proses identifikasi sumber penularan dan penentuan langkah penanganan.
Dalam kegiatan tersebut, Kepala Balai Besar Veteriner Wates, drh. Nur Saptahidhayat, M.Sc., menyampaikan bahwa keberadaan SIZE akan mempermudah koordinasi dan pertukaran informasi antara fasilitas pelayanan kesehatan manusia dan kesehatan hewan.
"Ketika ada SIZE, kita bisa mendapatkan data bersama-sama. Laporan dari puskesmas bisa kita lihat, laporan dari kami dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) juga bisa dilihat," ujarnya.
Lebih lanjut, Saptahidhayat menjelaskan bahwa Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) hingga saat ini masih berstatus bebas rabies. Meskipun demikian, kewaspadaan dan pemantauan terhadap potensi penularan rabies tetap menjadi perhatian, terutama apabila ditemukan kasus gigitan anjing maupun hewan lain yang berpotensi menularkan penyakit tersebut.
Dalam penanganan kasus gigitan, petugas kesehatan hewan akan melakukan penelusuran dan pemeriksaan terhadap hewan yang menggigit untuk memastikan ada atau tidaknya indikasi rabies. Hasil pemeriksaan tersebut selanjutnya menjadi informasi penting bagi petugas kesehatan manusia dalam menentukan tindakan medis dan langkah penanganan lebih lanjut.
Melalui aktivasi SIZE, diharapkan koordinasi lintas sektor semakin kuat, respons terhadap potensi kejadian luar biasa dapat dilakukan lebih cepat, serta risiko penyebaran penyakit zoonosis dapat ditekan. Kolaborasi antara sektor kesehatan manusia, kesehatan hewan, dan lingkungan menjadi kunci dalam mewujudkan sistem kewaspadaan dini yang efektif demi melindungi kesehatan masyarakat dan menjaga ketahanan ekonomi.