Survailans dan Investigasi Penyakit Hewan
Balai Besar Veteriner Wates melaksanakan kegiatan surveilans dan investigasi wabah (outbreak investigasi) sebagai bagian penting dalam upaya pencegahan, pengendalian, dan penanggulangan penyakit hewan serta penyakit zoonosis.
Kegiatan surveilans dilakukan secara aktif dan berkelanjutan untuk memantau situasi dan perkembangan penyakit di lapangan. Melalui pengumpulan, analisis, dan interpretasi data secara sistematis, surveilans bertujuan untuk mendeteksi secara dini adanya potensi kejadian penyakit, sehingga langkah pengendalian dapat segera dilakukan secara tepat dan efektif.
Sementara itu, outbreak investigasi dilaksanakan ketika terjadi dugaan atau kejadian luar biasa (KLB) penyakit hewan. Tim teknis Balai Besar Veteriner Wates akan melakukan penelusuran kasus secara menyeluruh, mulai dari pengambilan sampel, pemeriksaan laboratorium, hingga analisis epidemiologi untuk mengidentifikasi sumber, penyebab, serta pola penyebaran penyakit.
Kegiatan ini didukung oleh tenaga ahli yang berkompeten, metode ilmiah yang terstandar, serta koordinasi yang erat dengan berbagai pihak terkait. Hasil dari surveilans dan investigasi menjadi dasar penting dalam penyusunan kebijakan, rekomendasi teknis, serta langkah strategis dalam pengendalian penyakit.
Rencana Program Survailans Tahun 2026
- Surveilans Pasca Vaksinasi Penyakit Mulut Kuku (PMK)
- Surveilans AI di titik Agregasi (Live Bird Market)
- Surveilans Rabies di titik Agregasi (pemotongan Hewan Pembawa Rabies)
- Surveilans CSF & ASF pada Babi
- Surveilans Brucellosis pada Sapi Perah
- Surveilans Surra pada Kerbau
- Surveilans Parasit Darah pada Sapi
- Monitoring Sirkulasi Virus Lumpy Skin Desease (LSD)
- Surveilans Salmonellosis pada Unggas
- Surveilans Antraks di Wilayah Endemik
- Pengamatan Keswan di UPT Perbibitan
Melalui pelaksanaan surveilans dan outbreak investigasi yang optimal, Balai Besar Veteriner Wates berkomitmen untuk menjaga kesehatan hewan, melindungi kesehatan masyarakat, serta mendukung ketahanan pangan nasional.