Please ensure Javascript is enabled for purposes of Kementerian Pertanian RI
Logo

PENGARUH PENAMBAHAN PREMIX MINERAL PADA PAKAN TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM BEREMBRIO WHITE LEGHORN SEBAGAI MEDIA UJI LABORATORIUM

22/04/2026 09:41:54 Admin Satker 23

 

PENGARUH PENAMBAHAN PREMIX MINERAL PADA PAKAN TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM  BEREMBRIO WHITE LEGHORN

 SEBAGAI MEDIA UJI LABORATORIUM

 

 

Heni Dwi Untari1, Sri Handayani Irianingsih1, Hendra Wibawa1, Chusnul Hanim2,Bambang Ariyadi3

1Balai Besar Veteriner Wates,,1,2Departemen Nutrisi dan Makanan Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada, 3Departemen Produksi Ternak, Fakultas Peternakan, Universitas Gadjah Mada,

[email protected]

 

INTISARI

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan premiks mineral organik dalam pakan ayam petelur terhadap kualitas telur ayam berembrio (TAB) yang akan digunakan sebagai media kultur virus Avian Influenza. Penelitian ini menggunakan 72 ekor ayam petelur  strain White Leghorn umur 43 minggu yang dibagi menjadi tiga kelompok perlakuan. Setiap perlakuan diberikan replikasi tiga kali, untuk setiap perlakuan terdiri dari 8 ekor ayam dengan komposisi 1 jantan dan 7 betina, dipelihara selama 49 hari. Perlakuan yang diberikan terdiri dari pakan komersial tanpa penambahan premiks mineral sebagai kontrol (0), pakan komersial dengan penambahan 0,25% premiks mineral, dan pakan komersial dengan penambahan 0,50% premiks mineral. Parameter yang diamati adalah kualitas telur ayam berembrio (fertilitas, daya hidup TAB, titer antibodi avian Influenza (AI) strain H9N2 pada ayam. Perolehan data dianalisis variansi pola searah, jika terdapat perbedaan nyata antar perlakuan dilanjutkan dengan uji DMRT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian premiks mineral hingga 0,50% tidak berpengaruh terhadap angka fertilitas dan daya hidup TAB maupun titer antibodi terhadap virus AI H9N2. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penambahan premiks mineral dalam pakan 0,25% maupun 0,50% belum mampu meningkatkan kualitas telur ayam berembrio yang akan digunakan sebagai media uji laboratorium.

 

 Kata kunci: Ayam petelur, fertilitas, daya hidup, mineral premix, telur ayam berembrio,

 

 

PENDAHULUAN

 

Ayam petelur dibagi menjadi dua yaitu tipe ayam petelur ringan dan ayam petelur medium. Ayam petelur tipe ringan biasanya menghasilkan telur yang digunakan untuk mempropagasi virus yang digunakan sebagai bahan baku vaksin atau digunakan untuk pengujian lapang berkaitan virus pada unggas.Ayam petelur tipe medium adalah hewan ternak yang berfungsi untuk produksi telur konsumsi.Tipe ayam petelur ringan biasanya dipelihara dengan ayam jantannya karena telur yang digunakan adalah telur ayam berembrio (TAB). Ada dua kelompok ayam tipe petelur ini yaitu kelompok ayam Spesific Pathogenic Free (SPF) dan ayam Spesific Antibody Negative (SAN) (Seemann, 2008). Telur ayam SPF merupakan bahan dasar dalam industri biologis khususnya vaksin serta banyak digunakan untuk keperluan penelitian virologi (Burova, 2021). Kedua jenis ayam tersebut tidak boleh dilakukan vaksinasi karena telur yang dihasilkan akan digunakan untuk produksi vaksin dan keperluan pengujian. Ayam penghasil telur SAN harus memiliki tes penyaringan dan tes rutin penyakit tertentu. Salah satunya adalah Virus Avian Influenza subtype H9N2 (AIV-H9N2) yang telah menjadi perhatian bagi kesehatan unggas dalam 20 tahun terakhir (Elizabeth dan David, 2018).

Uji yang digunakan untuk menentukan titer antibody pada ayam petelur dengan menggunakan uji serologi yaitu uji Hemaglutinasi Inhibisi (HI). Hemaglutinasi merupakan proses aglutinasi sel darah merah yang terlihat seperti butir-butir pasir. Uji ini merupakan salah satu uji serologi standar yang direkomendasikan OIE untuk mendeteksi keberadaan antibodi yang terdapat pada serum darah. Pada prinsipnya uji HI adalah reaksi ikatan antara antibodi yang terkandung dalam serum yang diperiksa dan jumlah antigen hemaglutinin Avian Influenza yang digunakan (4HAU). Umumnya reaksi ini cukup sensitif dan mampu memberikan hasil yang spresifik terhadap subtipe antigen virus Avian Influenza (Seemann, 2008). Titer antibodi adalah pengukuran tingkat kekebalan tubuh terhadap suatu penyakit. Pemeriksaan titer antibody pada ayam SAN merupakan jenis tes darah untuk mengetahui ada tidaknya titer antibodi dalam tubuh ayam, dan karena keperluan untuk media pertumbuhan virus AI maka untuk ayam SAN adalah antibodi negative terhadap AI.  Ayam SPF atau SAN dapat dijadikan sebagai serum kontrol negatif, sehingga titer antibodi tidak boleh memberikan titer >1/4 (>22 atau >log2 2 bila dinyatakan sebagai kebalikannya). Kriteria hasil pemeriksaan yang digunakan yaitu serum yang diperiksa dinyatakan negatif jika titer antobodi hasilnya > atau = 2(OIE, 2021).  sedang  WOAH, 2021 yaitu Titer HI dapat dianggap positif jika terdapat penghambatan pada pengenceran serum 1/16 (24 atau log2 4 bila dinyatakan sebagai kebalikannya) atau lebih terhadap 4 HAU antigen.

Ayam SPF dan SAN tidak dilakukan vaksinasi namun dijaga untuk tetap sehat dan berproduksi tinggi. Untuk menjaga produktifitas dan stamina ayam yang sehat maka asupan pakan yang diberikan harus memenuhi kriteria serta sesuai dengan kebutuhan. Oleh karena itu, diperlukan bahan pakan tambahan terutama mineral yang dibutuhkan untuk proses metabolisme serta meningkatkan daya tahan ayam terhadap lingkungan sekitar (Bao et al., 2010; Rajakumari et al., 2018; Balogun dan Odunsi, 2020; Hamzah dan Al-Mnachi, 2021). Salah satu bahan yang dapat digunakan adalah mineral organik (premix). Mineral berperan dalam beragam proses biokimia yang berhubungan dengan proses pertumbuhan sel dan jaringan, respon imun, fungsi reproduksi, pembentukan cangkang telur dan perlindungan terhadap radikal bebas (Richards et al., 2010; Światkiewicz et al., 2014; Manangi et al., 2015). Pemberian Se dan Zn dilaporkan dapat meningkatkan imunitas unggas karena berperan sebagai kofaktor thymulin serta menginduksi proliferasi dan pelepasan sitokin (Maggini et al., 2007). Defisiensi Zn akan menghambat sintesis DNA yang selanjutnya mengganggu pembentukan sel-T dan sel-B yang berperan dalam sistem pertahanan tubuh (Park et al., 2004). 

Nutrisi merupakan salah satu faktor yang berperan penting terhadap fertilitas dan daya tetas telur khususnya bagi parent stock (Salamon, 2020). Kebutuhan nutrisi harus terpenuhi sesuai dengan standar agar tidak kekurangan ataupun berlebih yang menyebabkan penurunan kualitas sel telur maupun spermatozoa (King’ori, 2011). Fertilitas adalah jumlah telur yang bertunas dari banyaknya telur yang ditetaskan dan dihitung dalam bentuk persentase (Bell dan Weaver, 2002). Fertilitas dan daya tetas dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti genetik, umur ayam, rasio jantan dan betina, suhu, pencahayaan, perilaku seksual, perkandangan, kesehatan, dan nutrisi (Salamon, 2020).

            Mengingat informasi terkait penggunaan mineral premix organik pada ayam jenis Specific Antibody Negative masih terbatas, maka perlu dilakukan penelitian untuk mengetahui efektivitas mineral premix organik dalam meningkatkan produktivitas ayam SANPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan premiks mineral organik dalam pakan ayam petelur terhadap kualitas telur ayam berembrio (TAB) yang akan digunakan sebagai media kultur virus Avian Influenza. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi penting sebagai acuan dan sumber informasi bagi berbagai pihak yang terlibat dalam pengembangan dan pengujian biologi pemanfaatan telur ayam berembrio (TAB) sebagai media uji virus yang dapat ditumbuhkan.

 

 

 

MATERI DAN METODE

Eksperimen hewan dalam penelitian ini dilakukan dengan persetujuan Komite Ethical Clearance Balai Besar Veteriner Wates (BBVet Wates), Ethical Clearance  No:001/KE/BBVet/VII/2022

Materi Penelitian

Hewan dan Manajemen

Tujuh puluh dua (72) ekor ayam white leghorn jantan dan betina umur 43 minggu dipelihara selama 49 hari, di kandang di Instalasi Kandang hewan percobaan di IKHP BBVet Wates Yogyakarta, premix, pakan ayam produksi, bahan yang digunakan untuk uji proksimat pakan, bahan yang digunakan untuk uji mineral. bahan untuk uji Titer Antibodi AI. Adapun kandungan mineral dan nutrien dalam pakan tercantum dalam Tabel 1 dan Tabel 2 merupakan hasil analisis pakan dari laboratorium Patologi Klinik Balai Besar Veteriner Wates dan Balai Mutu Pengujian dan Sertifikasi Pakan, Bekasi (2022). Tempat uji dilaksanakan di Laboratorium Virologi dan Serologi Balai Besar Veteriner Wates.

Tabel 1.   Komposisi mineral dalam Premix

Mineral

Kadar

Satuan Konsentrasi

Kalsium (Ca)

8,95

%

Fosfor (P)

1,09

%

Mangan (Mn)

                  85,88

mg/kg

Seng (Zn)

0,01

%

Besi (Fe)

                718,73

mg/kg

Selenium (Se)

0,61

ppm

Tabel 2.   Komposisi  Nutrien Pakan

Komposisi Nutrien (%)

Kadar (% BK)

 

 

Protein Kasar

21,91

Serat Kasar

                       6,00

Lemak Kasar

  5,61

Ca

                       4,35

P

                       1,20

Metode Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah yang terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan, masing-masing ulangan terdiri atas delapan ekor ayam betina

Perlakuan yang diberikan adalah penambahan premiks mineral 0% (kontrol), 0,25% dan 0,5%.

Variabel yang diteliti

Variabel yang diukur dalam penelitan ini adalah produksi telur dan kualitas telur ayam berembrio : prosentase telur fertil, daya hidup, titer antibodi AI

Penyiapan dan penempatan hewan

Sebanyak 72 ekor ayam petelur strain White Leghorn dengan umur sekitar 43 minggu digunakan dalam penelitian ini, ayam dibagi menjadi tiga kelompok (masing-masing 24 ekor) berdasarkan perlakuan yang diberikan. Selanjutnya pada setiap kelompok perlakuan, ayam dibagi lagi menjadi tiga sub-kelompok, masing-masing ekor, sesuai dengan jumlah perlakuan. Jadi, setiap perlakuan terdiri atas tiga kelompok sebagai ulangan dan masing-masing ulangan terdiri atas delapan ekor ayam. Ayam kemudian ditempatkan secara acak di dalam kandang kelompok. Setiap kandang dilengkapi dengan tempat pakan, tempat bertelur dan air minum. Ransum diberikan ad libitum sesuai perlakuan.

 

Pencatatan produksi telur, dan candling

Pencatatan produksi telur dilakukan setiap hari. Candling atau Peneropongan telur untuk mengetahui fertilitas dilakukan pada hari ke-5 dan mortalitas pada hari ke-9. Tata cara candling : bersihkan telur ayam atau telur bebek menggunakan air bersih kemudian dilap menggunakan kain halus, taruh telur di atas lampu senter. Usahakan agar lampu yang digunakan adalah lampu LED agar tidak menimbulkan panas pada telur. Selain itu, agar hasil peneropongan maksimal lakukan peneropongan di tempat yang gelap atau minim cahaya, perhatikan titik persebaran cahaya pada telur, Ilustrasi atau gambar telur fertile dapat dilihat di foto yang dikutip dari Incubator chillers, pengalaman sangat menentukan keakuratan dalam melakukan candling.

 

Pemeriksaan uji titer Avian Influenza

Uji serologi yang digunakan yaitu uji Hemaglutinasi Inhibisi (HI) untuk menentukan titer antibodi. Hemaglutinasi merupakan proses penggumpalan sel darah merah yang terlihat seperti butir-butir pasir. Uji ini merupakan salah satu uji serologi standar yang direkomendasikan OIE untuk mendeteksi keberadaan antibody yang terdapat pada serum darah. Pada prinsipnya uji HI adalah reaksi ikatan antara antibodi yang terkandung dalam serum yang diperiksa dan jumlah antigen hemaglutinin Avian Influenza yang digunakan (4HAU). Antigen H9N2 yang digunakan oleh laboratorium serologi yaitu A/ chicken/ South Sulawesi/ 712P2/ 2017 yang diproduksi oleh Pusvetma. Pengambilan darah dengan cara membersihkan sayap bagian dalam dengan alkohol, kemudian syringe disuntikkan pada pembuluh darah vena brachialis. darah diambil ± 2 ml, kemudian diamkan darah membeku pada suhu ruang selama kurang lebih 30 menit, lakukan pemutaran menggunakan sentrifuge dengan kecepatan 3500 rpm selama 15 menit, pisahkan serum dari bekuan. Pengamatan ini dilakukan pada awal penelitian dan akhir penelitian.

Analisis Data

Data hasil penelitian dianalisa dengan Rancangan Acak Lengkap pola searah dan jika terdapat perbedaan antar perlakuan maka dilakukan uji lanjut berupa Duncan's Multiple Range Test (DMRT).

 

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kualitas Telur Ayam Berembrio

Kualitas telur ayam berembrio dengan melihat fertilitas dan daya hidup telur. Fertilitas adalah presentase telur-telur yang memperlihatkan adanya perkembangan embrio, tanpa memperhatikan apakah telur-telur tersebut menetas atau tidak dari sejumlah telur yang diinkubasi (Brata, 1989).

Lampiran
1 PENGARUH PENAMBAHAN PREMIX MINERAL PADA PAKAN TERHADAP KUALITAS TELUR AYAM BEREMBRIO WHITE LEGHORN SEBAGAI MEDIA UJI LABORATORIUM Lihat (Download)