Berita

Agenda

Kontak

Logo

BALAI BESAR VETERINER WATES

DIREKTORAT JENDERAL PETERNAKAN DAN KESEHATAN HEWAN

6
Logo
Mengenal Salmonellosis pada Unggas

Mengenal Salmonellosis pada Unggas

Salmonellosis merupakan penyakit bakterial yang disebabkan oleh genus Salmonella. Bakteri ini bersifat zoonosis yang berarti dapat menginfeksi tidak hanya pada hewan tetapi juga manusia. Bakteri Salmonella sp banyak tersebar di saluran pencernaan unggas, reptile dan mamalia Beberapa contoh unggas yang sering di ternakkan yang dapat terinfeksi penyakit ini adalah ayam, bebek dan kalkun. Bakteri ini berbentuk batang basil, Gram negatif, motil (kecuali S. Enteric pullorum dan S. Enteric gallinarum) dan tidak membentuk spora.

Pada unggas muda, kejadian dengan morbiditas dan mortalitas tinggi sering terjadi. Unggas muda ketika berumur neonatal (umur satu hingga tujuh hari pertama setelah menetas) sangat rentan terhadap penyakit ini dan saat berumur masa pra-remaja (umur tujuh hingga 21 hari) yang masih dalam tahap perkembangan juga tetap rentan. Gejala klinis yang sering terlihat pada unggas yang terinfeksi meliputi diare dengan ciri feses yang encer berwarna putih seperti kapur dan menempel pada dubur, lesu dan bergerak lambat, pada sayap akan menggantung dan terlihat kusam, nafsu makan menurun hingga penurunan produksi telur. Pada unggas yang berumur lebih tua biasanya sistem kekebalannya sudah terbentuk dan lebih resisten terhadap bakteri ini sehingga menunjukkan gejala penyakit lebih ringan atau bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda klinis serta dapat menjadi reservoir atau hewan pembawa penyakit.

Untuk mengetahui unggas yang terinfeksi salmonellosis, dapat dilakukan pemeriksaan klinis oleh dokter hewan terhadap kondisi fisik hewan yang mengalami lemah-lesu, diare hingga penurunan berat badan. Namun gejala tersebut juga menyerupai beberapa infeksi bacterial lain seperti Escherihia coli, Campylobacter dan bahkan infeksi parasit seperti Coccidiosis. Oleh sebab itu perlu dilakukan peneguhan diagnosa untuk mnegetahui secara pasti bahwa unggas benar terinfeksi salmonellosis. Beberapa pengujian yang dapat dilakukan yaitu :

  1. Pemeriksaan feses untuk mendeteksi keberadaan bakteri Salmonella sp.  dengan metode kultur bakteri dari sampel feses.
  2. Pemeriksaan serologis untuk mendeteksi kekebalan tubuh hewan melalui antibodi sebagai respon terhadap infeksi bakteri Salmonella sp. melalui metode aglutinasi dari sampel serum
  3. Pemeriksaan molekuler dengan PCR untuk mendeteksi DNA bakteri  Salmonella sp. dan dapat memberikan hasil cepat.

Adapun pengobatan pada unggas yang terinfeksi salmonellosis dapat dilakukan konsultasi pada dokter hewan dengan pemberian antibiotik dan mengisolasi hewan yang sakit/terinfeksi. Pengobatan supportif juga dapat diberikan cairan elektrolit pada hewan yang sakit untuk mengatasi dehidrasi dan lesu akibat diare. Pencegahan penyakit salmonellosis  dapat dilakukan dengan beberapa langkah melalui praktik higienis dalam pengelolaan peternakan yang mencakup kebersihan desinfeksi kandang secara teratur, pemisahan unggas yang memiliki perbedaan umur atau kelompok untuk mencegah penularan, pengelolaan limbah seperti kotoran dan feses dan pemilihan pakan serta air yang bersih.

Salmonellosis pada unggas juga bersifat zoonosis dan dapat berpotensi menular ke manusia melalui konsumsi produk unggas yang terkontaminasi seperti telur. Kontaminasi bakteri ini juga dapat terjadi melalui makanan, air minum dan lingkungan yang tercemar feses atau sisa organik seperti lantai kandang, rak telur, tempat pakan dan minum. Salmonellosis pada unggas merupakan masalah kesehatan yang penting dalam industri peternakan. Penyakit ini memiliki dampak ekonomi seperti penurunan produksi telur yang mengakibatkan kerugian finansial bagi peternak serta peningkatan biaya pengobatan dan manajemen. Indonesia merupakan negara pengekspor unggas dan salah satu syarat unggas dapat diekspor adalah peternakan unggas bibit harus bebas dari Salmonellosis, maka perlu dilakukan pengujian terhadap Salmonella untuk mendapatkan sertifikat bebas pullorum sesuai dengan persyaratan yang telah di tetapkan.

 

Penulis: drh. Rusyda Nurshitaningrum (Laboratorium Serologi BBVet Wates) 

 

Reference:

WOAH ."Salmonellosis - Understanding the Disease" World Organization for Animal Health (WOAH). Diakses dari: https://www.woah.org/en/disease/salmonellosis/

Yeakel, S. D. (2019). Salmonelloses in Poultry. Merck Veterinary Manual. Reviewed/Revised Oct 2019 | Modified Oct 2022. Diakses dari: https://www.msdvetmanual.com/poultry/salmonelloses/salmonelloses-in-poultry

Gambar sampul: dokumentasi BBVet Wates 2023

Aksesibilitas

Kontras
Saturasi
Pembaca Layar
D
Ramah Disleksia
Perbesar Teks
Jarak Huruf
Jarak Baris
Perataan Teks
Jeda Animasi
Kursor
Reset