
PASAR WATES HIDUP KEMBALI PASCA PENEGAKAN HUKUM BERAS OPLOSAN
Kulonprogo – Pasar tradisional kembali menggeliat! Setelah sebelumnya sempat lesu akibat maraknya peredaran beras oplosan yang meresahkan masyarakat dan merugikan pedagang jujur, kini suasana di Pasar Wates, Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, kembali bergairah. Pedagang dan pembeli sama-sama merasa lega setelah adanya penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku pengoplosan beras.
Kembalinya kepercayaan masyarakat ditandai dengan meningkatnya transaksi di sejumlah kios beras. Para pedagang merasa usaha mereka kini lebih adil dan bersih dari persaingan curang. “Kami sangat terbantu dengan tindakan tegas pemerintah terhadap praktik curang seperti beras oplosan. Ini bentuk keberpihakan kepada kami, pedagang kecil yang berjualan dengan jujur,” ujar Sri Harti, salah satu pedagang beras di Pasar Wates.
Dalam momen ini, para pedagang juga menyampaikan dukungan penuh kepada Menteri Pertanian RI yang dinilai telah menunjukkan komitmen kuat dalam membenahi tata niaga pangan, khususnya perberasan. Aksi simpatik pun digelar spontan di area pasar, dengan spanduk dukungan dan pembagian beras berkualitas kepada konsumen sebagai bentuk syukur dan semangat baru.
“Kami mendukung penuh langkah-langkah Menteri Pertanian dalam menjaga ketersediaan dan kejujuran distribusi beras. Harapan kami, pasar tradisional bisa terus hidup dan pedagang jujur tidak lagi dirugikan oleh ulah oknum nakal,” Ujar Sri Harti