PENDAMPINGAN PROGRAM GANGREP UPSUS SIWAB DI KABUPATEN BLORA

Selasa, 11 Desember 2018 02:53:48 | dibaca : 74 kali
pendampingan_program_gangrep_upsus_siwab_di_kabupaten_blora

BLORA. 11/12/2018. Pekan kedua Desember 2018, 3 ( Tiga ) Tim Balai Besar Veteriner Wates meluncur di lokasi kecamatan yang berbeda untuk melalukan monitoring terhadap keberhasilan Program Penanggulangan Gangguan Reproduksi dan UPSUS SIWAB di Kabupaten Blora Jawa Tengah.

Kegiatan ini bertujuan utama mendapatkan data mengenai Sapi- sapi aseptor Program Gangguan Reproduksi terkait kesembuhannya pasca pengobatan. Kegiatan dilakukan dengan Pemeriksaan Kebuntingan ( PKB ) . Drh Nining ( Medik Vet ) menyatakan bahwa lebih dari 90% dari hasil PKB didapatkan kesembuhan pada Sapi Betina yang diperiksa, dan 70% diantaranya sudah mengalami kebuntingan. Drh Nining dengan Tim sejumlah 4 ( empat) orang paramedik dari dinas Kabupaten Blora dan Balai Besar Veteriner Wates menyusuri rumah peternak dari pintu ke pintu, di Desa Nglandeyan Kecamatan Kedungtuban . Bapak Bunowo , seorang peternak didesa Nglandeyan menyatakan bahwa ,program Penanggulangan Gangrep UPSUS SIWAB sangat bermanfaat bagi peternak, karena semua gratis, hal itu sangat membantu peternak, termasuk dirinya dimana sapinya juga sudah bunting 3 bulan. Hal senada disampaikan Mas Kemi, yang merasakan manfaat dari Program Gratis kawin dan pengobatan ini. Disisi lain panasnya Blora yang kemarin mencapai 40 0C , Tim Drh. Triwidyaningsih juga sedang melakukan Pendampingan UPSUS SIWAB kabupaten Blora, Desa Pojok Watu kecamatan Sambong, hasil pendataan dengan pemeriksaan rektal menunjukkan bahwa tingkat kebuntingan dan kesembuhan di Blora cukup tinggi. Tim terjauh dipimpin oleh Drh Siwi didaerah Desa Jambe Kecamatan Cepu Kabupaten Blora yang berbatasan langsung dengan Kabupaten Bojonegoro dan Ngawi, dengan model yang sama ,yaitu door to door, dari pintu kepintu, menyusuri lembah dan Ngarai, gang demi gang membelah teriknya panas di bulan Desember.

Dari hasil ke-3 Tim didapatkan kesimpulan bahwa pendampingan kegiatan lapangan melalui pemeriksaan Rektal untuk mengetahui keberhasilan pengobatan dan hasil kawin suntik sebagai kegiatan utama Program Penanggulangan Gangguan Reproduksi UPSUS SIWAB sangat perlu dilakukan. ( Ibas )