SURVEILANS BERBASIS RISIKO

Sabtu, 19 September 2015 21:04:47 | dibaca : 455 kali
surveilans_berbasis_risiko

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 14 Nomor 2 Edisi : April-Juni 2014 Artikel 1

SURVEILANS BERBASIS RISIKO (RISK-BASED SURVEILLANCEMERUPAKAN SALAH SATU METODE UNTUK PEMBUKTIAN STATUS BEBAS PENYAKIT DISUATU DAERAH

Penulis Artikel : Samkhan (samkhan@pertanian.go.id)

 

RINGKASAN

Surveilans Berbasis Risiko (Risk-Based Surveillance) merupakan suatu metode dalam upaya pembuktian status bebas disuatu wilayah yang sedang dilakukkan pembebasan terhadap suatu penyakit serta juga merupakan alat dalam upaya sebagai sistem pendeteksian dini (early warning system) adanya suatu penyakit disuatu daerah.

Balai Besar Veteriner Wates menerapkan surveillance ini di Pulau Madura, sejak tahun 2010 dipulau tersebut diupayakan pembebasan penyakit brucellosis pada sapi.  Tahun 2009-2010 telah dilaksankan survei pendahuluan di pulau Madura terhadap Brucellosis, tahun 2011 s/d. 2013 telah dilaksanakan surveillance untuk mengetahui prevalensi brucellosis pada sapi di pulau Madura, tahun 2014 ini dilakukan Risk-Based Surveillance untuk pembuktian status bebas brucellosis, dan apabila ternyata prevalensi brucellosis < 0.2% (menurut OIE), maka dapat dilakukan deklarasi pembebasan brucellosis di Pulau Madura.

Tahapan Surveillance Balai Besar Veteriner Wates sebelum dilakukan Surveilans Berbasis Risiko (Risk-Based Surveillance) adalah : Surveillance Tahap I (Sampling for Prevalence Studies) s/d. Tahap III berturut-turut sampai prevalensi 0.00%, kemudian dilakukan Sampling for Detect Disease yakni prinsipnya sama dengan Surveilans Berbasis Risiko (Risk-Based Surveillance).

 Kata Kunci : Brucellosis, Risk-Based Surveillance.

 

Bila membutuhkan Full Paper” lengkap, silahkan download artikel dibawah ini :


Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 14 Nomor 2 Tahun 2014 (artikel 1)