STATUS PENYAKIT TRYPANOSOMA EVANSI (Surra) DI JAWA TENGAH TAHUN 2015

Selasa, 28 Maret 2017 23:20:03 | dibaca : 416 kali
status_penyakit_trypanosoma_evansi_surra_di_jawa_tengah_tahun_2015

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 16 Nomer 2 Edisi bulan : April-Juni 2016 Artikel 1

Status Penyakit Trypanosoma evansi (Surra) di Jawa Tengah tahun 2015

Artikel ditulis oleh : Basuki Rochmat Suryanto, Fatimah dan Tri Parmini

 

ABSTRAK

Kasus penyakit Surra pertama kali dilaporkan di Indonesia pada tahun 1897 pada populasi kuda di Pulau Jawa. Selanjutnya wabah Surra dilaporkan terjadi pada sapi dan kerbau di Jawa Timur. Perpindahan ternak secara ekstensif, baik di dalam pulau Jawa maupun antarpulau di Indonesia merupakan faktor pendukung penyebaran agen Trypanosoma evansi. Lalat berperan besar dalam penularan Trypanosomiosis, terutama pada saat ternak terinfeksi dibawa masuk ke daerah yang bebas trypanosoma. Sejak pertama kali dilaporkan, kasus penyakit Surra telah terjadi di berbagai daerah di Indonesia. Studi serologi terdahulu telah mengkonfirmasi bahwa agen trypanosoma evansi telah tersebar secara endemik di seluruh Indonesia.

Kajian ini menggabungkan data dari Program Surveilans Penyakit Surra Pada Kerbau Tahun 2015 dengan data lalu lintas ternak Kerbau di Provinsi Jawa Tengah yang didapatkan dari website iSIKHNAS sehingga diharapkan dapat memberikan gambaran lengkap status surra di Jawa Tengah termasuk dari factor lalu lintas.  Surveilans yang dilakukan Balai Besar Veteriner Wates  menentukan target hewan kerbau dengan hasil pengujian 67 positif Trypanosomiosis dari 1.063 sampel sampel program surveillance aktif. Dan dari data pengujian dari sampel surveillance aktif dan sampel pasif dari kiriman dinas didapatkan data bahwa surra juga menyerang sapi Peranaan Ongole di beberapa daerah Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Kajian ini mengkonfirmasi bahwa di Jawa Tengah penyebaran surra pun telah menyebar dan didukung dengan data lalu lintas kerbau yang luas pula, data tersebut diluar lalu lintas yang tidak terpantau melalui jalur tidak resmi, sehingga untuk memberantas dan atau pengendalian  surra pada satu lingkup wilayah Kabupaten sebaiknya dengan : Melakukan pengujian Trypanosoma evansi terhadap semua kerbau secara sensus di satu wilayah, dilakukan pengobatan terhadap  hasil positif surra atau culling jika memungkinkan, Monitoring rutin dan tindakan pencegahan yang diperlukan terhadap wilayah positif surra, terutama menjelang musim penghujan untuk mencegah terjadinya wabah, Dilakukan pemberantasan terhadap vector lalat tabanus, Pembatasan Lalu Lintas Kerbau dari luar wilayah, Dilakukan pemantauan dan perlakuan yang sama terhadap inang dari jenis hewan yang lain seperti sapi, domba dan kambing, Dilakukan monitoring surra didaerah perbatasan dengan kabupaten sekitar terkait hewan kerbau sapi dan hewan bersesiko lain, termasuk pengendalian dan monitoring lalat tabanus didaerah perbatasan.

Key word : Surra, Trypanosoma evansi, Peranakan Ongole

 

Apabila menginginkan artikel lengkap mohon download file PDF dibawah ini :


STATUS PENYAKIT TRYPANOSOMA EVANSI (Surra) DI JAWA TENGAH TAHUN 2015