ROAD MAP PEMBEBASAN BRUCELLOSIS DI PULAU JAWA TAHUN 2020

Jumat, 13 Nopember 2015 20:07:56 | dibaca : 3.393 kali
road_map_pembebasan_brucellosis_di_pulau_jawa_tahun_2020

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 15 Nomer 4 Edisi Oktober-Desember 2015, Artikel 1

RENCANA PENDAHULUAN ROAD MAP UNTUK PEMBEBASAN BRUCELLOSIS DI PULAU JAWA TAHUN 2020

Penulis Artrikel : Samkhan (samkhan@pertanian.go.id), Rosmita Ikaratri dan Muhammad Fauzan Isnaini

 

RINGKASAN

Brucellosis masih merupakan penyakit yang mendominasi kantong-kantong ternak, terutama ternak Sapi Perah di Pulau Jawa, khususnya Kantong Ternak Sapi Pertama Nasional yakni Provinsi Jawa Timur dan yang kedua adalah Provinsi Jawa Tengah. Selain itu di Jawa Barat adalah merupakan kantong ternak sapi yang cukup tumbuh berkembang secara Nasional.

Prevalensi Brucellosis yang telah dilakukan penyidikan di Regional VIIIoleh Balai Veteriner Subang dari tahun-ketahun masih cukup fluktuatif medium, yakni,Tahun 2010 : Banten 0% (0/425), DKI 14.7% (24/163) dan Jawa Barat 0.28% ( 7/2.532); Tahun 2011 : Banten 0% (0/582), DKI Jakarta 2.95% (6/205) dan Jawa Barat 0.05% (51/11.172); Tahun 2012 : Banten 0% (0/581), DKI Jakarta 2.4% (12/500) dan Jawa Barat 1.69% ( 221/13.094); Tahun 2013 : Banten 0% (0/1.652), DKI Jakarta 15.7% (141/899) dan Jawa Barat 1.15% (98/8.521); Tahun 2014 : Banten 0.1% (1/978), DKI Jakarta 2.81% (5/178) dan Jawa Barat 2.51% ( 205/8.178), prevalensi dari tahun per tahun di Provinsi Jawa Barat dan DKI masih relatif medium : DKI Jakarta rerata dari tahun 2010-2014 sebesar : 9.7% (188/1.945) dan Provinsi Jawa Barat rerata dari tahun 2010-2014 sebesar : 1.35% (582/43.154) dan untuk Provinsi Banten cukup rendah, sehingga prioritas untuk dikendalikan adalah DKI Jakarta, baru kemudian Provinsi Jawa Barat.

Prevalensi Brucellosis yang telah dilakukan penyidikan di Regional IV oleh Balai Besar Veteriner Wates dari tahun-ketahun masih cukup fluktuatif medium, yakni, Tahun 2010 : Provinsi Jawa Tengah 2.04% (50/2.456), Daerah Istimewa Yogyakarta 0.14% (2/1.463) dan Jawa Timur 5.87% (123/2.095); Tahun 2011 : Provinsi Jawa Tengah 1.19% (60/5.035), DIY 1.59% (33/2.080) dan Jawa Timur4.4% ( 228/5.186); Tahun 2012 : Provinsi Jawa Tengah 1.29% (88/6.819), Daerah Istimewa Yogyakarta 0.85% (9/1.051) dan Jawa Timur 2.33% (193/8.285); Tahun 2013 : Provinsi Jawa Tengah0.53% (30/5.637), DIY 0.5% (12/2.416) dan Jawa Timur4.26% (303/7.108); Tahun 2014 : Provinsi Jawa Tengah 0.14% (9/6.245), Daerah Istimewa Yogyakarta 2.44% (54/2.214) dan Jawa Timur0.017% (175/10.290).
Provinsi Jawa Tengah rerata dari tahun 2010-2014 sebesar : 0.9% (237/26.192), DIY 1.19%(110/9.224) dan Jawa Timur3.1%(1.022/32.964), sehingga prioritas untuk dikendalikan adalah Jawa Timur, DIY baru kemudian Provinsi Jawa Tengah.

Kata Kunci : Brucellosis, Pengendalian, Pembebasan.

 

Apabila anda menginginkan "Full Paper" dipersilahkan download file dibawah ini :


ROAD MAP PEMBEBASAN BRUCELLOSIS DI PULAU JAWA TAHUN 2020