PERSENTASE KEJADIAN SEROPOSITIF INFECTIOUS BOVINE RHINOTRACHEITIS PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN KEBUMEN

Rabu, 21 Juni 2017 03:30:26 | dibaca : 125 kali
persentase_kejadian_seropositif_infectious_bovine_rhinotracheitis_pada_sapi_potong_di_kabupaten_kebumen

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 17 Nomer 2 Edisi bulan : April - Juni, Artikel 3

PERSENTASE KEJADIAN SEROPOSITIF INFECTIOUS BOVINE RHINOTRACHEITIS PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN KEBUMEN

Sumarwanta dan Tri Parmini

 

ABSTRAKS

Infeksius Bovin Rhinotracheitis (IBR) merupakan salah satu penyakit hewan menular disebabkan oleh Bovine Herpes Virus-1 (BHV-1), yang dapat menyerang alat pernafasan atas dan alat reproduksi. Kerugian akibat penyakit (IBR) karena dapat menyebabkan keguguran dan kematian pada anak sapi. Apabila disertai infeksi sekunder dapat menyebabkan broncho pneumonia.

Sampel serum darah sapi dari Kabupaten Kebumen yang tidak ada pelaksanaan vaksinasi IBR menunjukan hasil positif serologis (seropositif) IBR berdasarkan hasil pemeriksaan laboratorium Balai Besar Veteriner Wates  dengan persentase kejadian pada tahun 2014 sebesar 60,00 %, tahun 2015 sebesar 57,68 % dan tahun 2016 sebesar 36,48 %. Besarnya prosentase seropositif) IBR menjadi gambaran adanya kasus IBR di Kabupaten Kebumen dan perlu mendapatkan perhatian lebih lanjut.

Berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian Nomor47/Kpts/SR.120/1/2015 tanggal 16 Januari 2015 Kabupaten Kebumen yang telah ditetapkan sebagai wilayah sumber bibit sapi Peranakan Ongole. Adanya kasus seropositif IBR menjadi hambatan kegiatan perbibitan di Kabupaten Kebumen karena ternak yang seropositif IBR tidak dapat dijadikan sebagai ternak bibit dan ditolak oleh daerah lain atau pusat-pusat pembibitan. 

Kata kunci : IBR, seropositif, sapi potong.

 

Apabila menginginkan Artikel Lengkap silahkan download  file PDF dibawah ini :


PERSENTASE KEJADIAN SEROPOSITIF Infectious BovinE Rhinotracheitis PADA SAPI POTONG DI KABUPATEN KEBUMEN