LABORATORY MAPPING TOOL

Rabu, 21 Juni 2017 03:15:40 | dibaca : 164 kali
laboratory_mapping_tool

 

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 17 Nomer 2 Edisi bulan : April - Juni, Artikel 2

 

LABORATORY MAPPING TOOL

Indarto Sudarsono dan Rosmita Ikaratri (indartojogja@gmail.com)

 

ABSTRAK

Laboratorium kesehatan hewan diagnostik selalu berhubungan dengan agen infeksi. Agen Infeksi diantaranya ada yang bersifat zonoosis yang berbahaya, dapat menginfeksi tenaga laboratorium dan berpotensi mencemari agen infeksi ke luar lingkungan laboratorium.  Risiko pencemaran agen dapat diakibatkan oleh berbagai hal, misalnya kapasitas tenaga terampil, metode uji yang digunakan, peralatan, pembuangan limbah dan penerapan biosafety. Kapasitas dan kemampuan personil laboratorium tentang biosafety menjadi penting untuk meningkatkan kualitas biosafety laboratorium. Untuk mengetahui seberapa jauh laboratorium mengembangkan dan menerapkan biosafety, FAO telah membuat dan mengembangkan suatu tool penilaian biosafety yang disebut Loboratory Mapping Tool Biosafety Module  (LMT-BM). Tool ini awalnya bertujuan untuk memperkuat kapasitas laboratorium untuk deteksi dini dan diagnosis penyakit yang memungkinkan respon cepat untuk isu-isu yang muncul. Perkembangan berikutnya LMT untuk membantu penilaian laboratorium secara umum, dan khususnya untuk menilai fungsi dan kapasitas laboratorium hewan. Penilaian semi-kuantitatif fungsi laboratorium dan kapasitas dilakukan melalui kuesioner yang rinci dan standar yang dapat diterapkan oleh penilai eksternal atau internal. Profil laboratorium atau "peta" akan dihasilkan oleh tool tersebut berdasarkan perhitungan otomatis dari nilai yang ditentukan. Kemudian LMT dikembangkan lagi, ada yang secara spesifik untuk meng assesment Biosafety Laboratorium yakni LMT-BM.

 

Apabila menginginkan Artikel Lengkap silahkan download file PDF dibawah ini :


LABORATORY MAPPING TOOL