KASUS ANTHRAX BLITAR

Jumat, 13 Nopember 2015 20:19:38 | dibaca : 1.242 kali
kasus_anthrax_blitar

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 15 Nomer 4 Edisi Oktober-Desember 2015, Artikel 2

TINDAK LANJUT  WABAH ANTHRAX DI KABUPATEN BLITAR

Artikel ditulis oleh : Indarto Sudarsono (indartojogja@gmail.com), Walujo Budi Prijono dan Anton Handoko

 

ABSTRAK

Penyakit anthrax disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis, bakteri ini berbentuk bantang berantai, gram positif, non motil, bakteri ini patogen pada manusia maupun hewan berdarah panas, patogenitas dari bakteri ini disebabkan oleh toxin lethal faktor, oedema faktor dan protektif antigen, pada situasi yang tidak menguntungkan bakteri ini mampu membentuk spora yang bisa bertahan hingga puluhan tahun. Kejadian sakit dan kematian ternak sapi Friesian holstein (FH) secara beruntun pada peternakan sapi rakyat milik Yudianto di desa Kendal Rejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar. Kasus ini telah dilaporkan pemilik ternak kepada petugas KUD setempat dan telah mendapat tanggapan berupa kunjungan dan pengobatan, hasil pengobatan tidak menunjukkan respon yang baik, ternak yang sakit semakin bertambah dan kematian ternak terus terjadi secara beruntun, hingga saat dilakukan investigasi pada 1 Desember 2014, sapi yang sakit dan dilakukan potong paksa telah mencapai 11 ekor dan yang mati dikubur sejumlah 3 ekor dari populasi di lokasi peternakan tersebut sejumlah 30 ekor.
Investigasi ini bertujuan untuk mengetahui penyebab kematian atau diagnosa ternak FH Milik Bapak Yudianto di Desa Kendal Rejo, Kecamatan Srengat, Kabupaten Blitar.
Metode yang digunakan adalah investigasi ke lapangan, mewawancarai pemilik dan petugas Dinas Peternakan Kabupaten Blitar, melakukan pemeriksaan klinis terhadap ternak sakit dan mati, juga melakukan pengambilan sampel untuk pemeriksaan laboratorik Bakteriologi dan Polimerase Chain Reaction (PCR) dari sampel yang berhasil didapatkan dari lokasi kasus.
Dari investigasi ke lapangan diperoleh data jumlah ternak yang sakit dipotong paksa 11 ekor, ternak yang mati dan dikubur 3 ekor. Pemeriksaan secara patologi sapi yang sedang sakit ditemukan tanda-tanda klinis yang ditemukan berupa gejala suhu tubuh tinggi, gelisah dan mengeluarkan darah segar dari hidung/mimisan, sedangkan pemeriksaan bakteriologis dengan isolasi kuman ditemukan kuman berkapsul berbentuk batang berderet, didukung dengan hasil pemeriksaan dengan PCR menunjukkan hasil positif kuman Bacillus anthracis berkapsul.
Hasil pemeriksaan klinis, bakteriologis dan didukung hasil pemeriksaan PCR dapat disimpulkan bahwa ternak mati dan sakit tersebut disebabkan oleh kuman Bacillus anthracis, dan derlukan tindak lanjut segera untuk melakukan pengendaliannya

Kata kunci : Kematian ternak sapi FH secara beruntun, B. anthracis

 

Apabila anda menginginkan "Full Paper" dipersilahkan download file dibawah ini :


KASUS ANTHRAX BLITAR