DISTRIBUSI TOXOPLASMA GONDII PADA BERBAGAI ORGAN KUCING DIUJI SECARA HISTOPATOLOGI DAN IMUNOHISTOKIMIA

Rabu, 29 Maret 2017 02:00:31 | dibaca : 319 kali
distribusi_toxoplasma_gondii_pada_berbagai_organ_kucing_diuji_secara_histopatologi_dan_imunohistokimia

 

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 16 Nomer 3 Edisi bulan : Juli-September 2016 Artikel 5

DISTRIBUSI TOXOPLASMA GONDII PADA BERBAGAI ORGAN KUCING DIUJI SECARA HISTOPATOLOGI DAN IMUNOHISTOKIMIA

Artikel ditulis oleh : Rika Yuniar Siregar

 

INTISARI

Toxoplasma gondii adalah parasit protozoa obligat intraseluler yang menyebabkan penyakit toksoplasmosis. Penyakit ini merupakan penyakit zoonosis yang penting bagi kesehatan hewan dan manusia (public health). Luasnya penyebaran penyakit toksoplasmosis pada manusia dan hewan, menyebabkan penyakit ini telah lama dimasukkan ke dalam program zoonosis oleh FAO dan WHO. Prevalensi toksoplasmosis pada hewan di Indonesia menunjukkan angka yang bervariasi, tergantung pada hospes definitive, yaitu kucing, dan iklim di suatu daerah. Kucing mengeluarkan oosista ke lingkungan melalui feses dan berpotensi menginfeksi manusia dan hewan. Tujuan dari penelitian ini adalah : (1) mendeteksi T. gondii pada berbagai organ kucing yang secara serologis CATT Pastorex positif dengan menggunakan metode histopatologi dengan pengecatan Hemotoksilin Eosin (HE) dan Imunohistokimia (IHK), (2) melihat distribusi T. gondii pada berbagai organ kucing dan (3) mengetahui stadium T. gondii pada kucing. Sampel organ yang digunakan dalam penelitian ini adalah otak, hati, ginjal, duodenum, jejunum, ileum dan limfa kucing. Hasil pengujian sampel organ kucing tersebut di uji secara deskriptif. Pengujian pertama pada feses kucing dengan teknik pengapungan untuk mendeteksi oosista T. gondii, kemudian dilakukan pemeriksaan serum darah kucing secara serologis menggunakan Card Agglutination Test (CATT) Pastorex ™ (Bio-Rad, Prancis), setelah secara serologis positif terhadap T. gondii kemudian kucing dietanasi menggunakan chloroform dan organ yang telah ditentukan diambil dan dimasukkan ke dalam buffer formalin 10 %, untuk pemeriksaan histopatologi dengan HE dan imunohistokimia dengan menggunakan antibodi primer primary polyclonal anti-T. gondii antibody (rabbit) (Abcam, USA). Hasil penelitian ini adalah ditemukan oosista T. gondii pada feses kucing, serologis positif T. gondii pada serum kucing. Secara histopatologi ditemukan stadium meron dari parasit T. gondii pada sel epitel ileum kucing, adanya infiltrasi sel-sel makrofag pada ginjal kucing dan infiltrasi sel-sel mononuclear pada hati kucing, dan hasil pengujian imunohistokimia terlihat reaksi positif T. gondii pada makrofag ileum kucing dan pada intrasitoplasmik tubulus ginjal kucing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah distribusi T. gondii tersebar pada organ otak, hati, ginjal dan usus ileum kucing, sedangkan stadium T. gondii pada kucing dapat dilihat pada usus bagian ileum, sehingga metode histopatologi dengan pengecatan HE dan IHC dapat digunakan untuk melihat distribusi Toxoplasma gondii pada berbagai organ kucing yang secara serologis CATT Pastorex positif dan dapat dipakai sebagi teknik diagnosis T. gondii.

Kata kunci : Toxoplasma gondii, kucing, histopatologi, imunohistokimia.

                                                                                                                       

Apabila menginginkan artikel lengkap mohon download file PDF dibawah ini :


DISTRIBUSI TOXOPLASMA GONDII PADA BERBAGAI ORGAN KUCING