DETEKSI DAN IDENTIFIKASI ANTHRAX

Minggu, 20 September 2015 01:43:00 | dibaca : 1.427 kali
deteksi_dan_identifikasi_anthrax

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 14 Nomer 3 Edisi : Juli-September 2014 Artikel 3

DETEKSI DAN IDENTIFIKASI AGEN PENYAKIT ANTHRAX DENGAN TEKNIK MULTIPLEX POLYMERASE CHAIN REACTION

Penulis Artikel : Hendra Wibawa, Indarto Sudarsono, Ira Pramastuti dan Anton Handoko

 

ABSTRAK

Penentuan diagnosa terhadap penyakit anthrax umumnya masih menggunakan teknik kultur bakteri atau dengan pewarnaan kapsul pada preparat ulas darah. Meskipun pewarnaan kapsul pada preparat ulas darah untuk identifikasi anthrax dapat memberikan hasil yang akurat, masih dibutuhkan uji konfirmasi. Salah satu teknik konfirmasi hasil pengujian anthrax adalah dengan membiakkan kultur dan/atau mengidentifikasi bakteri penyebab anthrax melalui inokulasi sampel pada hewan percobaan, umumnya mencit. Uji konfirmasi ini mengandung resiko keselamatan dan keamanan (biosafety and biosecurity risk) berkaitan mikroorganisme yang digunakan, sehingga diperlukan suatu metode alternatif yang dapat menyediakan konfirmasi hasil pengujian dengan cepat, akurat, dan aman. Salah satu teknik diagnosa konfirmatif adalah melalui ekstraksi DNA bakterial dilanjutkan uji polymerase chain reaction (PCR) untuk mendeteksi agen penyakit anthrax (bakteri Bacillus anthracis), sekaligus mengidentifikasi apakah B. anthracis yang terdeteksi tergolong dalam strain virulen atau strain avirulen (non-virulen), serta untuk membedakannya dengan species bakteri Bacillus lainnya seperti B. cereus. Tulisan ini berisi kajian teknik multiplex PCR untuk deteksi dan identifikasi B. anthracis dari contoh sampel ulas darah dan aplikasinya dalam diagnosis konfirmatif hasil uji kultur bakteri terhadap sampel dari lapangan yang diduga mengandung bakteri anthrax.

 

Bila membutuhkan “Full Paper” lengkap, silahkan download artikel dibawah ini :


Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 14 Nomer 3 Tahun 2014 (artikel 3)