ANTHRAX : EMERGING AND RE-EMERGING DISEASIS DI KABUPATEN PACITAN, PROVINSI JAWA TIMUR

Selasa, 20 Juni 2017 23:48:45 | dibaca : 225 kali
anthrax__emerging_and_reemerging_diseasis_di_kabupaten_pacitan_provinsi_jawa_timur

 

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 17 Nomer 1 Edisi bulan : Januari - Maret, Artikel 2

 

ANTHRAX : EMERGING AND RE-EMERGING DISEASIS DI KABUPATEN PACITAN,PROVINSI JAWA TIMUR

Ully Indah Apriliana, Basuki Rochmat Suryanto, Anton Handoko dan Sutopo (ullyapriliana@gmail.com)

 

ABSTRAK

Investigasi kasus kematian sapi dilaksanakan tanggal 5 Agustus 2016 oleh Tim Balai Besar Veteriner Wates di Desa Pringkuku Kecamatan Pringkuku dan Desa Cemeng Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan. Pemeriksaan laboratorium menggunakan metode pewarnaan Giemsa dan biakan kuman secara konvensional pada media Agar Darah di Laboratorium Bakteriologi, dan uji molekuler dengan teknik Multiplex Polymerase Chain Reaction (PCR) menggunakan tiga pasang primer spesifik BacR, Cap, dan Lef yang dapat membedakan genus, strain virulen, dan strain avirulen (Wibawa, dkk., 2014) di Laboratorium Bioteknologi Balai Besar Veteriner Wates serta didukung oleh data hasil investigasi di lapangan.

Berdasarkan data dan informasi yang berhasil diperoleh di lapangan sebagaimana tersebut diatas, Tim Investigasi Balai Besar Veteriner Wates mengidentifikasi dugaan penyebab kematian sapi terinfeksi Bacillus anthracis (suspect Anthrax) melalui kontaminasi spora pada lingkungan. Cuaca yang tidak menentu disertai dengan hujan selama dua (2) hari didaerah kasus, dapat juga menjadi faktor penyebab penularan penyakit ini. Spora Bacillus anthracis merupakan sumber penularan Anthrax yang paling utama.

Beberapa saran yang dapat disampaikan antara lain: 1) Agar segera dilakukan tindakan pengamanan terhadap sapi-sapi dan lokasi serta dan kandang dimana terjadi kasus kematian sapi sesuai prosedur dan peraturan yang berlaku. 2) Memperketat pengawasan lalulintas ternak dan produk ternak terutama yang akan keluar dari lokasi tempat kejadian kasus. 3)Komunikasi, Informasi dan Edukasi     (KIE) kepada seluruh elemen terkait terkait penyakit Anthrax. Sosialisasi kepada para peternak agar jika terjadi kematian sapi lagi segera melapor ke petugas dinas setempat dan sapi segera dikubur serta tidak melakukan seksi/pemotongan.4)Jika ada sapi sakit menunjukkan gejala klinis demam, sebaiknya tidak dilakukan potong paksa dan segera melapor ke petugas Dinas. 5)Kandang, lokasi kematian, pemotongan, penyembelihan, penguburan bangkai, serta alat angkut segera didesinfeksi dengan Formalin 3-5%. 6)Peringatan dan pemberitahuan serta koordinasi kepada Dinas Kabupaten/ Kota yang berbatasan langsung untuk meningkatkan kewaspadaan dan melakukan upaya pence-gahan diwilayahnya masing-masing.

Kata Kunci:Anthrax, Investigasi.

 

Apabila menginginkan Artikel Lengkap silahkan download file PDF dibawah ini :


ANTHRAX : EMERGING AND RE-EMERGING DISEASIS DI KABUPATEN PACITAN,PROVINSI JAWA TIMUR