ANALISIS RISIKO BRUCELLOSIS

Senin, 17 Agustus 2015 15:37:29 | dibaca : 618 kali
analisis_risiko_brucellosis

 

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 15 Nomer 1 Edisi : Januari-Maret 2015 Artikel 1

ANALISIS RISIKO KUALITATIF MASUKNYA BRUCELLOSIS KE PULAU MADURA PASCA PEMBEBASAN

Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 15 Nomer 1 Edisi : Januari-Maret 2015 Artikel 1

Penulis Artikel : Samkhan (samkhan@pertanian.go.id), Rosmita Ikaratri dan Muhammad Fauzan Isnaini

 

ABSTRAK

 Analisis Risiko Brucellosis ini bertujuan untuk memberikanpenilaian risiko atas masuknya Brucellosis  ke Madura Pasca Pembebasan. Identifikasi hazard menunjukkan adaya kemungkinan masuknya brucellosis ke Pulau Madura, mengingat kemungkinan itu masih ada, karena Brucellosis  dapat masuk melalui semen beku yang terkontaminasi kuman Brucellosis, adanya lalu-lintas sapi dari jawa secara ilegal masuk dari pelabuhan-pelabuhan rakyat yang notabane tidak ada penjagaan dari pihak Karantina Pertanian setempat, adanya pemasukan susu segar ke pulau madura, mengingat kuman brucellosis dapat menular melalui hubungan kontak sexual juga dapat ditularkan melalui air susu dari induk yang terinfeksi brucellosis (Anonymous, 2014; Darmawan, 2012; Makruf, 2014 dan Noor, 2008) hal tersebut memungkinkan masuknya kembali Brucellosis bila tanpa Surveilans dan Komitmen daerah yang baik.  Pada Estimasi alur tapak P1 dapat disimpulkan bahwa sapi yang dilalu-lintaskan dari Jawa (terutama Jawa Timur) daerah tapal-kuda merupakan mempunyai kemungkinan sangat tinggi risiko penularan Brucellosis, Apabila tanpa pengawalan yang ketat (pengujian brucellosis ditempat keberangkatan dan diuji kembali pada tempat penerima).

Pada Estimasi alur tapak P2 bahwa lalu-lintas sapi dari daerah Jawa (tapal kuda) sangat kecil kemungkinannya terdeteksi oleh aparat Karantina, apabila pengirimannya melalui jalur-tikus, yakni pelabuhan-pelabuhan rakyat terutama pada malam dini hari melalui kapal nelayan kecil.

Pada Estimasi alur tapak P3 bahwa kemungkinan tersebarnya Brucellosis akan lebih mudah, apabila sapi-sapi yang dimasukkan secara ilegal tersebut langsung masuk ke Pasar Hewan, mengingat pasar hewan di Madura masih banyak sapi-sapi putih yang berasal dari Jawa.

Pada Estimasi skenario alur tapak P4 bahwa pemeriksaan sapi-sapi non madura di Pasar Hewan yang ada di Madura tidak memungkinkan dilakukan pemeriksaan Brucellosis satu-persatu mengingat pada waktu pasaran sapi sangat banyak dan personil tidak mampu menguji satu-persatu, kecuali pada waktu bersamaan dengan TIM Balai Besar Veteriner Wates melakukan surveilans di daerah tersebut.

Surveilans brucellosis dari daerah dan kolaborasi dengan Balai Besar Veteriner Wates serta sosialisasi tiada henti pada peternak sapi terhadap bahaya penularan Brucellosis merupakan solusi penting dalam pencegahan masuknya kembali Brucellosis ke wilayah bebas Pulau Madura.

 Kata kunci : Brucellosi, Analisis Risiko, Madura, Pembibitan.

 

Bila membutuhkan “Full Paper” lengkap, silahkan download artikel dibawah ini :


Buletin Laboratorium Veteriner Vol. 15 Nomer 1 Tahun 2015 (artikel 1)