RAKORTEKNAS DIRJENNAK KEMENTAN 2018

Kamis, 06 Desember 2018 21:30:54 | dibaca : 149 kali
rakorteknas_dirjennak_kementan_2018

Lombok 6/12/2018. Gempa yang mengguncang kota Lombok pada hari ini tidak menyurutkan niat dan kelangsungan Rapata Koordinasi Teknis Direktorat Jenderal Peternakan yang berlangsung sejak Rabu 5 Desember 2018 an dibuka langsung oleh Dirjennak DR. Ketut Diarmita. Acara ini dihadiri oleh dinas-dinas provinsi dari seluruh Indonesia serta Unit Pelaksana Tenis ( UPT ) dibawah Direktorat Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian. Acara di bagi menjadi 2 ( dua ) grup yang membahas Program Bekerja di satu bagian dan Program UPSUS SIWAB diruang yang lain.Inspektur 4 , DR.IGMN Kuswandana menyatakan bahwa dalam Program Bekerja dan UPSUS SIWAB semua stake holder harus bergandengan tangan ,tidak boleh ada ego dan harus meninggalkan hal-hal kecil yang dapat menghambat pekerjaan besar tersebut yang sangat besar manfaatnya bagi peternak.Dan Sistem Pengendalian Internal ( SPI ) merupakan solusi yang dapat mengawal dan membentengi kedua Program besar tersebut dari penyelewengan.

IR. Nasrullah, Sesdit Peternakan dan Kesehatan Hewan menyoroti mengenai pemeriksaan dan materi pertanyaan KPK ( Komisi Pemberantasan Pemilu ) mengenai 3 hal dalam Program BEKERJA, dan harus ditindaklanjuti, yaitu :

  1. SKKH ( Surat Keterangan Kesehatan Hewan ) terhadap bibit ayam program bekerja
  2. Apabila ada kematian pada ayam apa yang dilakuakn dan apakah sudah tahu penyebab kematian tersebut
  3. Apa yang dilakuan setelah ada kasus kematian

Beliau juga menggarisbawahi hal-hal yang diperlukan dalam mendukung Program Bekerja 2019 agar Program lebih cepat, seperti E-Katalog untuk pengadaan barang dan jasa, termasuk pakan,ayam dan kandang.

Acara selama 2 hari tersebut ditutup pukul 18.05 waktu Indonesia Timur oleh Direktur Kesehatan Hewan DR.Fadjar Sumping TR,Phd dengan pesan bahwa kesepatan dan serapan anggaran dalam pelaksanaan suatu program memang sangat penting demi kesuksesan pembangunan masayarakat peternakan, namun keamanan dan keakuntabelannya juga hal yang tidak boleh ditinggalkan sama sekali, agar semua pelaku program Bkerja dan Upsus SIwab tidak terseret dalam masalah hukum.( BAS )

 

 


RAKORTEKNAS DIRJENNAK KEMENTAN 2018 1